Curahan Hati Kepadamu Pengisi Hati
Dik,
Kemarilah
Akan kuceritakan sebuah kisah
Tentang kita
Tapi jangan palingkan wajahmu selama aku bercerita
Agar kau lihat wajah bahagiaku karena memilikimu
Dik,
Ingat awal jumpa kita
Kau cantik di antara yang cantik
Tapi bukan itu yang membuatku tertawan
Bukan itu
Kau tahu, Dik
Seberkas senyummu itu sederhana
Namun menyita beberapa detik nafasku saat melihatnya
Kilau matamu itu sederhana
Namun terasa indah saat kulihat bayangku di sana
Jangan palingkan wajahmu, kisah ini belum selesai
Ingat ketika kubuat kau cemberut?
Ingin kuhadapkan cermin padamu
Kau harus tahu betapa lucunya wajahmu
Mungkin ini yang membuatku merindu
Ingat ketika kau tertidur di pundakku?
Aku penat ketika itu, Dik
Namun tak ingin membangunkanmu
Ingat ketika kau menangis?
Ingin kuberlari padamu
Memeluk dan menghapus air matamu
Menjadi apapun untuk membuatmu tersenyum
Ingat pula ketika kau marah?
Ingin kuhadapkan wajahku padamu
Lalu membelai lembut kepalamu
Dan kukatakan, "Maaf sayangku"
Terakhir,
Ingat ketika kutanya apa jadinya jika aku mati dulu?
Aku tahu, kau benci pertanyaan itu
Tapi bukan itu tujuanku
Aku hanya ingin kau siap dengan segalanya
Dan kau bisa bahagia
Dengan atau tanpa aku
Maka cintai aku sewajarnya saja
Terima kasih, Dik
Telah memberiku kisah indah ini
Izinkan aku menjadi pangeran
Yang selalu menjagamu dan hatimu
Kemarilah
Akan kuceritakan sebuah kisah
Tentang kita
Tapi jangan palingkan wajahmu selama aku bercerita
Agar kau lihat wajah bahagiaku karena memilikimu
Dik,
Ingat awal jumpa kita
Kau cantik di antara yang cantik
Tapi bukan itu yang membuatku tertawan
Bukan itu
Kau tahu, Dik
Seberkas senyummu itu sederhana
Namun menyita beberapa detik nafasku saat melihatnya
Kilau matamu itu sederhana
Namun terasa indah saat kulihat bayangku di sana
Jangan palingkan wajahmu, kisah ini belum selesai
Ingat ketika kubuat kau cemberut?
Ingin kuhadapkan cermin padamu
Kau harus tahu betapa lucunya wajahmu
Mungkin ini yang membuatku merindu
Ingat ketika kau tertidur di pundakku?
Aku penat ketika itu, Dik
Namun tak ingin membangunkanmu
Ingat ketika kau menangis?
Ingin kuberlari padamu
Memeluk dan menghapus air matamu
Menjadi apapun untuk membuatmu tersenyum
Ingat pula ketika kau marah?
Ingin kuhadapkan wajahku padamu
Lalu membelai lembut kepalamu
Dan kukatakan, "Maaf sayangku"
Terakhir,
Ingat ketika kutanya apa jadinya jika aku mati dulu?
Aku tahu, kau benci pertanyaan itu
Tapi bukan itu tujuanku
Aku hanya ingin kau siap dengan segalanya
Dan kau bisa bahagia
Dengan atau tanpa aku
Maka cintai aku sewajarnya saja
Terima kasih, Dik
Telah memberiku kisah indah ini
Izinkan aku menjadi pangeran
Yang selalu menjagamu dan hatimu
Komentar
Posting Komentar